Ada sEsUAtu YanG aNeH….

Aneh…kenapa baru aku rasakan sekarang..bahwa aku TIDAK tahu apa-apa tentang orang lain..bahwa aku TIDAK punya teman dekat..terus selama ini aku ngapain??? Mengapa orang2 itu datang dan pergi begitu saja..tanpa memberikan sedikit ceritanya padaku dan tanpa membagikan segala suka dan dukanya padaku..dan baru aku sadari bahwa aku bukan siapa2 dan bahwa aku tidak dikenal siapapun…

Aneh..kenapa dan untuk apa aku bertahan sampai sekarang??Kenapa orang2 itu tidak mengatakan salahku, burukku, kejelekanku untuk menyadarkanku saat itu…Mengapa aku melihat seolah-olah orang2 itu menjalani hidup yang normal dengan segala suka dan dukanya, sedang aku masih tetap berdiri dalam stagnasi ruang sempit hidupku yang ‘mono’ dan bukan ’stereo’, dalam ‘hitam dan putih’ siluet bukan gambaran ‘abtrak warna’ yang dinamis….

Aku tidak mau meragui semua yang telah terlimpah padaku…aku yakin aku bertahan karena satu sisi yang mewajibkan aku bergerak sebagai manusia….semoga masa depan menjadikanku sebagai muslimah yang lebih baik……..semoga semua perih dan letih dapat membawa kita dalam keikhlasan menghadapi hidup, ajal dan pengadilan kita…Amiin….

6 Responses to “Ada sEsUAtu YanG aNeH….”

  1. Sayyidah Says:

    kegelisahan diri itu muncul karena ada sesuatu yang tidak beres dengan diri kita ukhti. Saya juga mengalami hal yang serupa. dibicarakan, dihujat di belakang punggung dan dijauhi. Saya jadi bingung, sebenarnya saya harus jadi apa agar mereka menerima saya. bahkan menjadi diri sendiri pun terkadang salah. melihat seolah-olah mereka begitu berhasil dengan hidup mereka– dan saya, selain diam juga mundur ke belakang (ukhti sayang, sadar ga sih, kalau sebenarnya itu bentuk sifat iri kita?).saya jadi lebih banyak mengrurung diri, dan setengah depresi (sudah tugas kuliah numpuk, teman tak ada…etc). Tapi waktu mengajarkan saya banyak hal. Untuk dihargai oleh banyak orang yang pertama harus kita lakukan adalah menghargai diri kita sendiri. Ibarat pesawat kertas, apalah pesawat itu sebelumnya. hanya kertas biasa yang sudah siap untuk di buang, tapi dengan sedikit lipatan dan tekukan di sana-sini jadilah pesawat terbang, bisa melayang pula. Itu kita. Saya berhenti mengatakan betapa ’sepi’nya hidup saya, betapa ‘malang’nya tanpa teman dekat..and so on (sekalipun terkadang masih saja pikiran jahat itu menghinggapi benak saya). akhir-akhir ini saya kembali banyak berzikir, memper’cantik’ diri baik fisik maupun batin. saya mulai berpikir, tanpa teman dekat pun saya bisa hidup. tidak perlu dicari, mereka akan datang.
    saya menyibukkan diri dengan banyak kegiatan dan berkhuznudzon kepada Allah, mungkin ini bukan saat bagi saya untuk terlihat ‘berhasil’ di mata kawan-kawan, keluarga atau siapapun. Mungkin ini saat bagi saya untuk slow down, dan menjadikan diri saya baik di mata Allah. Cara ini berhasil untuk saya. saya tidak menutup kemungkinan pada siapapun yang datang pada saya. saya membina hubungan baik dengan orang-orang yang ada di sekitar saya dulu sebelum saya membina hubungan baru dengan orang lain. saya tidak memaksakan diri untuk diterima dalam suatu komunitas dan cuek bebek dengan ‘pembicaraan’ orang tentang saya (ah, saya yakin mereka bicara baik tentang saya…sepertinya saya saja yang tidak bisa berpikir baik tentang mereka). mungkin ukhti dan ukhti-ukhti lainnya (atau akhi) menemukan cara lain yang lebih baik dari ini.intinya, perbaiki dulu dirimu sendiri wahai sayyidah, masalah yang kau hadapi bukan datang dari luar dirimu, melainkan datang dari dirimu sendiri. Subhanallah…

  2. Nadlir Says:

    dan kenapa….

    aku baru sadar akan gelesihanku selama ini…ternyata apa yg aku rasa….
    sama seperti yang kamu rasa…
    kita selalu berbuat yang terbaik untuk seseorang,tadi kenyataannya apa yang kita dapat tidak sesuai dengan angan kita.
    tidak…
    kita tidak ingin mendapat “balasan” yang itu…
    kita hanya ingin mereka merasa.
    bahwa kita ada untuk dia…

  3. wati Says:

    Hm….jadi ingat jawaban psikolog terkenal Ibu Rieny L Husein. Sebenarnya, ketika kita mengatakan gak apa gak punya teman dekat, itu ada sedikit ketakutan dalam diri kita untuk tidak diterima oleh orang lain dengan apa adanya.

    Menurut saya sih, semua orang butuh teman dekat,tempat kita berbagi, suka dan terutama duka. Bukan hanya Allah tempat kita mengadu. Kadang kita ingin ketemu teman hanya untuk tertawa bersama, ato ngubek kota bersama, ato hanya nongkrongin tukang bakso bersama. Nothing special, tetapi itu bermakna banyak, dan percayalah, itu akan jadi kenangan yang indah.

    Mencari teman dekat itu susah. Berusaha merawat kedekatan juga tidak mudah. Jika sudah temukan, beruntung dan jagalah. Jika belum, percayalah: Cobalah temukan. Harus aktif mencari, pun berusaha mempercantik diri (lahir-batin) seperti yg ukhti lakukan. Teman dekat tidak selalu datang sendiri kok.

  4. tantri Says:

    :)…. semangat2!!!

  5. de2n Says:

    Mungkin memang bisa dikatakan aneh saat kita mempertanyakan “mengapa kita tidak mengerti orang lain”. but, perlu kita syukuri mengapa kita tidak bisa mengerti orang lain, coba kita sadari bahwa kita bukan orang lain, kita adalah kita….! mungkin dan kurasa jawaban yang patut kita cari hanya, siapa kita, siapa aku, harus bagaiman aku, dan memahami serta mendengarkan suara terkecil dari hati kecilku. hati Q tak pernah menipu, hatiku tak pernah keliru, hatiku takpernah ragu, saat wacana itu benar2 dari hatiku, dari sejatinya jiwaku. saat wacana itu terdengar dan tersuarakan bukan dari emosi Q, cemburuku, nafsuku, maluku dan semua pola pikir terburuk ku. karna Q yakin suara hatiku lebih mengerti Q, suara kecilku anugrah terindah untukku, suara kecilku karunia termegah ku, suara kecilku jiwa suciku, suara kecilku adalah jati diriku……..! Amin……!

  6. de2n Says:

    Adakalnya kesalahan, kelemahan bukan tuk kita pertanyakn ke orang, adakalanya kesalahan, kelemahan kan lebih berarti saat kita tmukan sendiri, saat kita bisa memahami dan percaya bahwa kita punya jiwa y ang sejati yaitu hati………!

Leave a Reply