In Their Bare Foot…..
Bukankah di setiap sen harta kita terdapat harta orang lain, kalo kita dapat sesuatu yang lebih pada hari itu maka kelebihan itulah hak orang lain…
Bagi kita yang sering kesana kemari pasti kita liat banyak pengemis, pemulung sampai seorang penarik gerobak sampah ga pake alas kaki alias telanjang kaki, padahal hari itu bagi sebagian kota seperti Surabaya sangat panas dan banyak dari kita mengeluh dan mengimpikan ruang ber-AC atau es teh yang dingin, tapi orang2 yang kita lihat tadi gimana????
In their bare foot…bisakah kita melihat ke dalamnya…pernahkah kita coba untuk selalu mengingat hak mereka sebagai salah satu rasa syukur kita kepada Sang Pemilik Kehidupan….
In their bare foot…jika anda merasa hampa hari ini atau akhir2 ini padahal semua ibadah sudah dilakukan atau semua hiburan sudah dicoba dan belum tau penyebabnya…lihatlah telapak2 kaki yang melawan panas aspal-tanah-batu yang membara…berilah sesuap nasi…dari harta kita yang lebih berapa sen pun….dijamin hati akan sejuk..INGAT Lakukan Dengan Tulus jgn pengen carmuk ato sekedar jaim….
June 8th, 2006 at 8:02 am
mmmmm, kayanya ga usah nunggu datangnya hari yang hampa deh buat infaq. kalo bisa malah tiap hari infaq. kalo emang duitnya ada, soalnya jalurnya kan banyak, kalo g yakin digunakan buat yang bermanfaat maka infaqnya lewat badan - badan amal ypu, ydsf,pkpu, bsmi. kalo mau simpel langsung aja ngasih fakir miskin seketemunya kita. kalo mau berkreasi dan lebih manfaat, saya pernah baca ada orang yang ketika memberi infaq dia selalu menawarkan. dialognya kira - kira seperti ini
penyumbang : ibu memilih yang mana, 100 ribu atau seribu. kalo yang seribu ibu tidak usah mengembalikan, kalo yang seratus ribu dlm jangka waktu tertentu harus ibu kembalikan
penerima : gimana ya mas???
penyumbang : gini aja, ibu punya keahlian apa?
penerima : saya bisa memasak
penyumbang : kalo gitu ayo kita sekarang ke rumah ibu, bahan - bahan apa yang sudah ibu punyai
hingga akhirnya ibu itu menggunakan modal 100 ribu untuk membuka usaha berjualan nasi pecel, usahanya bisa berkembang dan tidak lagi meminta - minta serta mampu mengembalikan modalnya.
apakah si penyumbang ini selalu sukses dalam usahanya membangun kemandirian seseorang yang dia sumbang, ternyata engga juga. dia beberapa kali tertipu, namun dengan simpel dia menjawab ” itu adalah resiko perjuangan membangun kemandirian masyarakat”
luar biasa sekali ya orang ini